Para Pahlawan Penyelundup Senjata, Dieksekusi Singapura Dilupakan Di Dalam Negeri



Seorang sejarawan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari mengungkap dokumen terkait penangkapan mereka di Singapura.

Ada yang terlupakan ketika kini orang bicara tentang bulan hari pahlawan. Fokusnya semata para pejuang bersenjata di front pertempuran yang di Sumatera Utara kemudian diusung menjadi pahlawan nasional, semisal Djamin Gintings atau yang kini dicalonkan, Brigjend Bedjo.


Tapi dari mana senjata mereka dapatkan untuk lakukan taktik perang gerilya? Siapa yang mengirimi mereka senjata dan bagaimana proses sampainya senjata ke tangan mereka? Kenapa mereka tidak dicatat dalam lembaran sejarah RI yang mereka perjuangkan?

Sumber senjata para pejuang kita di Sumatera Utara ada dua, pertama senjata Jepang yang menyerah pada Sekutu yang "dihadiahkan, disumbangkan, dihibahkan" atau "dirampok, dirampas" atau kombinasi kedua kategori itu oleh dan dari , Jepang.

Kedua, hasil menyelundupkan senjata dari Singapura yang dilakukan para pejuang yang namanya tidak dikenal. Saya baru saja mendapatkan sebuah dokumen yang dikeluarkan di Singapura tahun 1948. Dokumen ini disusun dan didokumentasikan oleh Syamsudin Lubis dan S.L. Tobing.

Dalam dokumen ini diperlihatkan foto foto dan klipping koran, juga arsip surat surat penting berkaitan dengan penyelundupan senjata dari Singapura ke Sumatera periode 1945-1948.

Muncul nama nama yang tidak dikenal terdiri antara lain dari nama nama orang Mandailing dan Batak : Ibrahim Lubis, Djohan Hutapea, Dasuki, Sutan Hutagalung, Hadji Idris, Dawi Nasution, Herman Simandjuntak, Panangian L.Tobing. Mereka dijatuhi hukuman beragam di Singapura, ada yang 6 sampai 10 tahun penjara. 

Riset sejarah tentang keberadaan mereka dan gerakannya belum dilakukan. Nama nama tokoh yang terlibat dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia di Singapura ini memperlihatkan berlangsungnya perjuangan lintas etnik, pejuang Mandailing dan Batak bersatu untuk memperjuangkan selamatnya sebuah nation.

Perjuangan bersama lintas etnik dan agama dapat berlangsung saat sepakat ada musuh bersama : sang penjajah yang kelihatan. Kini sang penjajah yang lebih dahsyat dibanding dulu, berada di tanah air yang mereka perjuangkan, tapi generasi kini tak begitu bisa melihatnya.

 (Sumber: Tribun Medan)

0 Response to "Para Pahlawan Penyelundup Senjata, Dieksekusi Singapura Dilupakan Di Dalam Negeri"

Posting Komentar